BUMN PT Angkasa Pura I (Persero) Masih Butuh 339 Tenaga Air Traffic Control

http://lokernesia.blogspot.com/2012/06/bumn-pt-angkasa-pura-i-persero-masih.html

PT Angkasa Pura (AP) I masih membutuhkan 339 tenaga pengendali lalu lintas udara (air traffic control/ ATC) untuk ditempatkan di 13 bandara. Untuk itu, tahun ini AP I mengalokasikan anggaran untuk pendidikan tenaga ATC sebesar Rp 49 miliar.

Direktur Utama AP I Tommy Soetomo mengatakan, petugas ATC yang ada saat ini sudah mencapai 339 orang, namun idealnya harus ditambah dua kali lipat, sehingga menjadi 625 personel untuk mengatur 1,8 juta pergerakan pesawat per tahun. Saat ini dari 13 bandara, sebanyak empat di antaranya tercatat paling sibuk, yakni Balikpapan, Makassar, Bali, dan Surabaya. Bahkan, kebutuhan tambahan tenaga ATC di empat bandara ini tergolong mendesak.

"Tenaga ATC yang memasuki usia pensiun banyak, makanya harus ada tambahan dua kali dari yang ada sekarang. Jadi, kita masih butuh 339 tenaga ATC lagi. Sekarang saja kami masih mengaryakan 50 tenaga ATC yang sudah memasuki pensiun. Ini terpaksa kami lakukan karena memang kekurangan tenaga ATC," kata Tommy di Jakarta, usai acara penandatanganan perjanjian kerja sama antara AP I dan Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug (Serpong-Tangerang Selatan) yang juga sekaligus dilakukan pengukuhan terhadap 25 taruna junior ATC. Menurut dia, melalui kerja sama dengan STPI Curug ini, diharapkan krisis tenaga ATC bisa secepatnya teratasi. Apalagi keberadaan tenaga ATC yang memadai sangat penting seiring kian padatnya pergerakan pesawat.

Perjanjian kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tentang Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia di Bidang Penerbangan antara AP I dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Kementerian Perhubungan (BPSDM Kemenhub) pada 17 Januari 2012. Lulusan ATC yang dihasilkan oleh lembaga pendidikan di bawah naungan BPSDM Kemenhub akan langsung ditempatkan di sejumlah bandara yang membutuhkan.

"Buat kami, SDM itu penting, makanya kami selalu siapkan anggaran untuk pendidikan. Bahkan, untuk bidang manajerial. Artinya, bukan hanya untuk ATC. Tahun ini, kami alokasikan anggaran senilai Rp 49 miliar untuk pendidikan," ucapnya.

Lebih jauh Tommy menjelaskan, untuk menggenjot jumlah lulusan tenaga ATC, waktu pendidikan diintensifkan dari dua tahun menjadi sembilan bulan. Walaupun dengan waktu yang lebih singkat, namun kualitas tenaga ATC tetap sama.

"Khusus untuk program pendidikan selama sembilan bulan ini, mereka kami rekrut dari lulusan sarjana strata-1 atau sarjana penuh, jadi bukan tamatan SMA. Cukup dengan menempuh pendidikan sembilan bulan untuk menjadi tenaga ATC, maka siap ditempatkan di bandara-bandara milik AP I," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia Maryati Karma mengatakan, dengan lisensi pendidikan selama kurun waktu sembilan bulan, taruna mempunyai kapasitas untuk ditempatkan sebagai junior ATC. Selain menambah taruna ATC untuk AP I, STPI juga memasok tenaga ATC untuk PT Angkasa Pura (AP) II. (ref : SuaraKarya)


Get widget